Dunia yang semakin canggih ini menuntut manusianya menjadi semakin kreatif. Banyak publiser lokal yang frustasi karena ketatnya pertarungan di bidang publiser adsense, hal ini juga yang menuntut mereka harus menjadi manusia yang lebih kreatif supaya dapat bertahan di tengah ketatnya pertarungan sebagai seorang publiser. Mulai dari yang membuat kreatifitas di blog, Youtube, ataupun di aplikasi mobile phone.
Banyak dari mereka yang sekarang beralih dan mencoba menjadi seorang publiser aplikasi (seperti saya). Berbagai aplikasi dibuat, bahkan ada yang cuma mengganti kulitnya saja (reskin). Jika kalian ingin ikut mencoba peruntungan di dunia publiser mobile, alangkah baiknya jika mengenal beberapa alat yang digunakan oleh para pembuat aplikasi ini.
Eclipse adalah software yang paling mentereng dan banyak diminati oleh para pembuat aplikasi, sampai akhirnya di sekitar tahun 2014 Google tidak lagi mensupport Eclipse dengan SDK nya. Sekarang Google hanya mensupport software buatannya sendiri yang dinamai Android Studio.
Sayangnya, Android Studio ini hanya bisa dinikmati jika kalian mau mendownloadnya dengan ukuran file yang sangat besar. Master File software ini saja sebesar 1,7 Gb belum dengan berbagai update plugin-nya.
Ketika saya menulis artikel ini, saya sedang mengupdate Android Studio dengan ukuran file download 1,5 Gb. Tetapi jangan kuatir bos, ukuran besar tentu performanya juga bagus, makanya saya beralih dari software lain ke Android Studio.
Android Studio ini juga bisa dibilang lebih enak penggunaannya, karena jika terjadi error atau kesalahan software ini bisa otomatis memperbaiki kesalahan-kesalahan yang timbul. Namun untuk menikmati pelayanan tersebut, kalian harus connect internet ya heheheee..
Untuk yang mau mendownload, silahkan download dari Google langsung lewat link yang saya sediakan di bawah. Jika ada kekurangan dalam tulisan ini saya minta maaf ya bos, soalnya sedang sakit..